Selasa 16/03/2010 20.03 WIB
Harga Ikan Sulit Turun, Sumut Kerap Ekspor Ikan ke Malaysia
BELAWAN | DNA - Meski kalangan nelayan masih belum banyak yang melaut sehingga mendongkrak kenaikan harga ikan local meski begitu kegiatan ekspor ikan ke Malaysia masih tetap berlangsung menunjukan potensi ikan dari Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) kian besar.

(foto:dnaberita/agusleo)
Meski musim ombak besar Sumut masih ekspor 30 ton ikan ke Lumut Malaysia.
Kenaikan harga ikan tak membuat sebagian warga di kawasan Medan Utara jera makan ikan melainkan beralih komsumsi ikan darisungai maupun kolam seperti ikan Patin, Mujahir, ikan Bado, ikan sepat maupun ikan lele, ikan kerapuh dan ikan belut.
Selain harganya terjangkau rata-rata perkilogramnya jenis ikan Mujahir dan lele bisa dibeli dengan harga Rp10 ribu/Kgnya dibandingkan ikan laut jenis gembung, selayang , tongkol dan bawal harganya diatas Rp20 ribu/Kg sejak musim ombak besar ini.
Namun pedagang ikan itu meyakinkan, harga ikan akan kembali normal bila musim berombak kembali lenang, biasanya nelayan akan kembali melaut mencari ikan, katanya.
Ditempat terpisah, kegiatan ekspor ikan ke negeri Jiran Malaysia melalui Pelabuhan Lumut Malaysia.terus berlangsung tercatat sebanyak 30 ton ikan dari Medan Sumut berhasil diekspor ke Malaysia.
Hal itu terlihat berdasarkan data Pusat Pelayanan Satu Atap (PPSA) Pelindo I Cabang Belawan pada Selasa (16/3) diangkut kapal Orient Star diageni perusahan pelayaran SIJ dengan pekerjaan bongkar muat dilakukan PT BSJ dengan mulai ekspor pada malam ini pukul 20.00 WIB dari dermaga 008 Pelabuhan Belawan Lama.
Pemanfaatan seluruh atau sebahagian materi artikel / berita - dengan tidak merubah substansi berita termaksud -, (teks, foto, logo) yang merupakan materi DNAberita.com bebas dimanfaatkan dengan Wajib mencantumkan sumber: DNAberita |
|